Berbicara media online sangatlah luas cakupannya, dalam perkembangan teknologi yang sudah pesat ini, media online menjadi sebagai wadah komunikasi yang baru, wadah informasi yang baru, bahkan lading bisnis baru di Indonesia kini.
Berbicara mengenai perkembangan teknologi komunikasi yang sekarang ini, dengan berkembangnya teknologi mampu membantu seluruh aspek kehidupan manusia, dari kebutuhan yang sederhana hingga kebutuhan manusia yang kompleks.
Perkembangan teknologi yang pesat, membantu berkembangnya ilmu pengetahuan, dari ilmu eksak hingga ilmu sosial yang cakupan ilmunya sangat luas.
Bahkan dakwah, dalam cakupan dakwah kontemporer kini, dakwah pun tidak ingin melewatkan momen perkembangan teknologi yang sedang happening. Salah satu media yang digunakan oleh dakwah adalah media sosial Twitter.
Tidak hanya dakwah yang menggunakan jasa twitter dalam menyuarakan tauhidnya, kini jaringan prostitusi yang terungkap dawali kasus yang menimpa Tata Chubby, yang tewas dibunuh oleh “pelanggannya” terungkap bahwa, Tata menjual dirinya via Twitter.
Kita mulai dengan dakwah, kenapa sih penggiat dakwah, da’I atau ustadz bahkan pemuka agama pun menggunakan twitter dalam berdakwah? Dilansir dari kompasiana edisi 14 oktober 2014 Pada awal tahun 2012 jumlah akun twitter di Indonesia sudah mencapai 19,5 juta dengan menempati posisi ke 5 di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, Jepang, dan Inggris.
Twitter sebagai jejaring sosial yang banyak digemari oleh masyarakat kini ikut menjadi sarana ber-ammar ma’ruf dan nahi munkar yang cukup populer. Padatnya aktivitas masyarakat yang menyebabkan berkurangnya waktu untuk menghadiri majelis ilmu menjadi salah satu faktor masyarakat lebih sering menggunakan internet terlebih sosial media untuk mendapatkan ilmu syar’i. Hal inilah yang menjadi otak munculnya akun-akun dakwah di sosial media twitter.
Bagaimana akun-akun dakwah menyampaikan pesan yang begitu banyaknya hanya dengan 140 karakter? Dalam dunia twitter ada istilah “Kultwit” atau Kuliah Twit. Kultwit memungkinkan akun-akun dakwah menyampaikan pesan layaknya seorang dai menyampaikan materi kepada jamaahnya dengan memposting materi secara beruntun dalam satu waktu. Kultwit juga biasanya diiringi oleh hastag tentang isu-isu yang sedang hangat dibahas
Salah satu akun dakwah twitter adalah akun @TanpaJIL, pemilik akun ini adalah komunitas Indonesia Tanpa JIL atau biasa disingkat ITJ dengan hastag #IndonesiaTanpaJIL. Siapa yang menyangka bahwa hastag #IndonesiaTanpaJIL lebih dulu muncul dibanding komunitasnya sendiri.
Akun @TanpaJIL milik Komunitas yang menyerukan perlawanan terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL) ini telah memiliki 573.000 followers. Dan pergerakan dakwah ITJ saat ini bukan hanya di dunia maya tetapi juga dunia nyata dengan mengadakan seminar-seminar, tebar flyer, Sekolah Pemikiran Islam, dan lain-lain.
Dalam menyampaikan dakwahnya, para penggiat akun tersebut tidak segan untuk saling menyapa para pengikutnya, berbincang renyah dengan followersnya, sehingga komunikasi dan dakwah dapat dicerna oleh para tweeps (sebutan untuk pengguna twitter). Sehingga dakwah dalam media twitter sangatlah berjalan lancer.
Disisi lain seperti yang saya singgung di atas, tidak hanya dakwah saja yang memanfaatkan twitter sebagai media, bahkan prostitusi yang merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan agama terbuka lebar dan mudah diakses melalui media twitter.
Kegunaan media sosial yaitu memberikan layanan atau memberikan suatuinformasi yang berguna untuk khalayak. Tetapi informasi seperti apa yang diberikan?Definisi informasi juga dapat berbeda-beda bagi tiap individu. Hal ini kemudiandisalahgunakan oleh beberapa pihak untuk menginformasikan barang dagangnya via twitter. Bahkan bukan hanya barang, diri sendiri dapat dijual dengan mudah di twitter.Contoh terbaru adalah kasus Deudeuh yang memiliki akun twitter @tataa_chubby yangmemasarkan jasa seks komersial melalui twitter.
Deudeuh memberikan informasi mengenai dirinya dengan gamblang melaluiakun twitternya. Beberapa pihak menuduh akun ini adalah akun alter, atau akun palsu yang dibuat untuk keperluan tertentu. Tetapi terlepas dari urusan ini adalah akun alter atau bukan, dapatkitalihat ada fenomena menarik dunia jejaringsosial, yaitu aktivitas sejumlah orang yang memanfaatkan dan terindikasi melakukan kerja terkait dunia esek-esek dengan akun tersebut.
Deudeuh ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana dengan leher terlilitkabel dan mulut tersumpal kain di sebuah kamar kos di JalanTebet Utara, Jakarta Selatan, Sabtu 11 April yang lalu. Diduga Deudeuh dibunuh oleh salah satu penggunajasanya. Dari pengakuan rekan satu kost tempatnya tinggal, Deudeuh seringmembawa ‘tamu’nya ke kamar kost-nya. Pelanggan Deudeuh pun cukup banyaksehingga ia perlu memiliki buku tamu untuk mencatat jadwal dan identitas.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh www.eveline.co.id, di twitter Indonesia, pada periode 11 – 13 April 2015 terdapat total pembicaraan sejumlah 7.856 tweet. Dari jumlah tersebut, 1.667 tweet bicara tentang Deudeuh yang PunyaBanyak Teman Pria. Khalayak pengguna twitter juga menyuarakan 1.493 tweet tentangBanyak Pria Berkunjung ke Kost Deudeuh.
Twitter digunakan sebagai sarana jual badan. Memang, fungsi twitter sebagaisumber informasi tetap berjalan, tetapi jenis informasi yang diberikan adalah informasi yang tidak seharusnya disebarkan untuk khalayak luas. Bagaimana bila info tersebutdibaca oleh anakdibawah umur?Apakah mereka tidak akan bertanya-tanya mengenaiapa itu prostitusi? Efek jangka panjangnya dapat membuat anak-anak tersebut inginmengetahui bahkan ingin mencoba prostitusi online.
Dari paparan diatas, dapat kita lihat bahwa kasus Dedeuh adalah salah satu bukti penyalahgunaan fungsi internet sebagai media baru dan fungsi twitter sebagai salah satu jenis media online. Interaktivitas dan konektivitas jejaring memang meningkat cukup tinggi, tapi kemudian menjadi bumerang bahwa interaktivitas tersebut mengarah pada hal yang negatif.
Twitter sebagai sebuah media mengalami fragmentasi dan kaburnya institusi media. Fungsi dan manfaat media menjadi dipertanyakan. Apakah memang hal-hal seperti prostitusi online ini bisa dihindari.
Prostitusi online tidak bisa dipungkiri banyak memberikan keuntungan bagi pengguna jasa ataupun penjual jasanya. Mudahnya komunikasi menggunakan twitter membuat calon pengguna tidak perlu repot menghubung orang ketiga seperti germo, tetapi dapat langsung menghubungi secara personal ke calon PSK yang akan digunakan. Kerahasiaan juga akan dapat lebih terjaga, misalnya dengan fasilitas direct messages yang ada di twitter, membuat kedua pihak dapat berkomunikasi tanpa diketahui oleh orang lain.
Penjual jasa pun akan mendapat keuntungan lebih, karena tidak melalui orang ketiga dan tidak ada potongan yang akan diambil dari penghasilannya. Ini berarti komunikasi akan berjalan jauh lebih efisian dan transaksi dapat berlangsung dengan sangat cepat. PSK tersebut juga dapat menaikkan ‘harga jual’nya lebih tinggi, karena tidak ada potongan dari penghasilan yang akan ia dapatkan.
Dan satu yang pasti, transaksi esek-esek online akan cukup sulit untuk diungkap karena bersifat sangat tertutup. Sebenarnya ada aturan hukum tentang hal ini yaitu UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang memberikan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun kepada para pelakunya. Berikut bunyi Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen (www.kemenag.go.id).
Melihat dua fenomena diatas terdapat plus dan minus dalam perkembanagan media online khususnya media sosial twitter, semua fenomena yang terjadi sebaiknnya ada tindakan prespentif dari pengguna media, karena terkadang sebuah perkembangan dan perubahan digunakan untuk berbagai hal yang positif dan negative.
ADS HERE !!!