 |
| Sumber : Google |
Dalam era perkembangan teknologi ini, banyak terjadi perkembangan-perkembangan, ide, inovasi bahkan karya teknologi lahir tidak kurang dari 20 tahun belakang ini. Tidak dapat dipungkiri pergerakan teknologi sangatlah pesat, bahkan tidak dapat dibendung arus perkembangannya.
Dengan berkembangnya teknologi mampu membantu seluruh aspek kehidupan manusia, dari kebutuhan yang sederhana hingga kebutuhan manusia yang kompleks. Perkembangan teknologi yang pesat, membantu berkembangnya ilmu pengetahuan, dari ilmu eksak hingga ilmu sosial yang cakupan ilmunya sangat luas.
Begitu juga cabang ilmu sosial yang merupakan kehidupan sehari-hari, yaitu komunikasi. Tidak dipungkiri dengan adanya teknologi prilaku komunikasi di dunia terbantu bahkan sangat dimudahkan. Begitu pula dengan prilaku komunikasi masyarakat Indonesia yang sangat aktif dalam kegiatan komunikasi, dengan adanya perkembangan teknologi masyarakat Indonesia dimanjakan dengan hasil perkembangan teknologi yang ada.
Berdasarkan data yang dilansir dari merdeka.com edisi 5 November 2014 bahwa Data Global Web Index Survei turut menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang warganya tergila-gila dengan media sosial.
Persentase aktivitas jejaring sosial Indonesia mencapai 79, 72 persen, tertinggi di Asia, mengalahkan Filipina (78 persen), Malaysia (72 persen), China (67 persen). Bahkan negara Asia dengan teknologi Internet maju pemanfaatan media sosialnya rendah, contohnya Korea Selatan (49 persen) atau Jepang (30 persen).
Namun, perubahan yang pesat dalam perkembangan teknologi tidak diikuti oleh persiapan mental masyarakat Indonesia dalam menghadapi arus kemajuan teknologi yang secara khusus adalah internet.
Teknologi atau internet dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai salah satu wadah utama dalam berkomunikasi, masyrakat Indonesia cenderung masyarakat konsumtif mengandalkan teknologi sebagai media utama dalam berkomunikasi. Didukung dengan perkemebangan media sosial yang pesat dan massive dijadikan sebagai media utama masyarakat Indonesia.
Menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dilansir dari Harian TI edisi 11 November 2013 menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.
Direktur Pelayanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Selamatta Sembiring mengatakan, situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India.
Dalam perkembangan jejaring sosial atau media sosial, banyak muncul media sosial baru yang mewarnai perkembangan teknologi, banyak fitur yang disajikan dalam media sosial yang baru, ada yang khusus mengunggah foto atau video, ada yang khusus mengunggah video saja, bahkan ada yang serba bisa. Diantara media sosial yang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia semisal Facebook, Twtter, Google+, Youtube, Linkedlin dan yang terbaru adalah Path.
Path salah satu media sosial yang dapat dikatakan sebagia media sosial serba bisa menjadi primadona bagi mayarakat Indonesia. Fakta mengejutkan menyatakan bahwa dari 23 juta pengguna Path, sekitar 5 juta adalah Indonesia, dan angka tersebut membuat Indonesia sebagai negara pengguna sosial media Path seluruh dunia. Seperti yang dilansir dari Dailiy Social.net edisi April 2015 menyatakan bahwa Tercatat populasi pengguna media sosial Path di Indonesia sudah melebihi empat juta pengguna.
Tak heran jika platform sosial besutan Dave Morin ini sampai membuka kantor di Indonesia. Tingginya antusiasme pengguna media sosial di Indonesia terhadap Path menghadirkan fakta-fakta unik dari pola penggunaan media sosial yang membatasi pertemanan untuk 500 orang ini. Survei yang dilakukan
JAKPAT (JAJAK PENDAPAT) terhadap 502 responden berusaha mengetahui fakta-fakta tentang pengguna Path di Indonesia.
Dari survei yang merangkul responden dengan pembagian orang berjenis kelamin pria dan wanita yang cukup berimbang tersebut diungkapkan bahwa 66.06 persen yang menggunakan Path secara aktif adalah orang dengan usia 20 hingga 25 tahun.
Jelas saja, karena survei juga mengungkapkan bahwa kebanyakan Path memiliki persentase penggunaan untuk mengunggah foto (48, 68 persen), mengungkapkan kegiatan seperti sedang mendengarkan musik, membaca buku atau menonton film (23, 18 persen), membagikan lokasi keberadaan (17, 22 persen), dan membagikan ide dan gagasan (10, 93 persen).
Dapat disimpulkan perubahan sosial masyarakat yang menjadi lebih konsumtif dan ingin cepat membuat media sosial dijadikan sebuah alat berkomunikasi yang efektif, karena salah satu syarat terjadinya komunikasi yang efektif adalah adnnya kesenangan antara komunikan dan komunikator, dengan menggunakan media sosial yang disenangi masyarakat membuat komunikasi melalui media sosial menjadi ebih diminati.
Namun yang mejadi permasalahan selanjutnya, komunikasi dalam media sosial lebih mengedepankan aspek simbol (postong-posting) yang dilakukan oleh komunikator banyak yang berupa simbol atau digambarkan dengan sebuah simbol seperti gambar dan lain-lain.
Ini dapat menjadi sebagai permasalahan yang baru karena ditakutkan terjadinya multitafsir atau multipresepsi yang dapat menimbbulkan kesalahpahaman
Semoga dengan adanya media sosial proses komunikasi berjalan dengan lebih aktif dan menjadi lebih efektif.
Sumber :
Harian TI edisi 11 November 2013
Daily Social.net Edisi April 2015
Tech.dbagus.com
Merdeka.com edis 5 november 2014