.jpg) |
| sumber : Google |
Artkel Tugas Mata Kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi
Oleh Reinaldy Febriansyah
Jurnalistik merupakan sebuah cabang ilmu komunikasi yang memiliki arti journal yang artinya catatan harian. Jurnalisme adalah kegiatan yang meliputi pembuatan berita setiap. Jurnalisme mencatat, memproses, dan menyajikan informasi yang terjadi dalam kehidupan setiap harinya.
Jika diperhatikan, kegiatan jurnalisme sudah ada sejak lama, contohnya saja seperti jejak ilmu oleh orang-orang hebat seperti Aristoteles, Plato, dan penemu lainnya yang ilmu nya dapat kita pelajari sampai sekarang, para kerabat ataupun orang-orang hebat menuliskan apa yang mereka dapatkan pada saat itu untuk disebarluaskan kedalam masyarakat. hal ini membuktikan bahwa kegiatan jurnalisme sudah berlangsung lama.
Jurnalistik juga dalam buku Jurnalistik Indonesia (Sumardiria: 2005) menyatakan bahwa Kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya. Namun dalam perkembang zaman yang begitu cepat apalagi didrong oleh kemajuan akan teknologi, kecepatan yang dikatakan dalam buku Jurnalistik Indonesia adaah harga mutlak.
Dengan perkembangan teknologi komunikasi yang begotu pecat membantu para jurnalis, media dan yang begelut dalam bidang penyiaran sangat dimudahkan, mengapa dikatakan dimudahkan? Pada masa kini, masyarakat sudah diset sejak melek akan kehidupan dengan sifat konsumeritas tinggi dan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia adalah tidak mau susah atau ribet.
Melihat fenomena yang terjadi, media melihat sisi celah yang menguntungkan, apalagi para penggiat media massa saat ini lebih mengedepankan sisi utilitarianisme nya yang tujuannya adalah uang atau untung, ketimbang keukeuh akan ideologinya yang dikatakan 10 elemen jurnalistiknya Bill Kovach.
Pada dasarnya komunikasi yang merupakan ilmu sosial sangatlah mudah terjadinya perubahan yang kita kenal dengan istiah difusi dan inovasi, namun masuk ranah jurnalistik yang memiliki pola sendiri sangatlah merusak jati diri jurnalistik jiga dimana perkembangan teknologi dijadikan kambing hitam bagi keuntungan media semata.
Memang dapat dikatakan jurnalistik menggunakan teknologi sangat lihai, dengan perkembangannya yang pesat dunia jurnalistik sudah dibantu oleh teknologi. Semisal yang sudah terjadi media massa yang pada dasarnya merupakan surat kabar cetak kini sudah memilik portal berita online, ada electronic paper, ada electronic magazine dll.
Namun tahukah mengapa media sebesar Tempo, Kompas, Detik, dll beralih kepada media online atau portal berita online? Karena adanya pergeseran masyarakat yang saya sudah jelaskan pada paragraph sebelumnya. Yang menjadi alasan mendasar media beralih kepada online karena oplah atau pendapatan mereka turun drastis.
Di Amerika sendiri yang merupakan lahirnya teknologi Internet membuat beberapa surat kabar yang besar gulung tikar, di Rumania surat kabar nasional, dari olah menurun dari 1 juta ekslempar menjadi 40 ribu ekslempar saja.
Di Indonesia sendiri, oplah atau keuntungan media di Indonesia dari 2005 hingga 2012 merosot tajam, pendapatan mereka yang pada awalnya untung 30% merosot hingga 13% saja.
Disisi lain dengan adanya perkembangan teknologi, dunia jurnalistik dibantu dalam berbagai aspek, namun tidak hanya menguntungkan saja, ada dua sisi dari perkembangan teknologi dalam jurnalistik yang dapat dikatakan merugi.
Tidak ada satu pun yang dapat dikatakan mutlak, perubahan terus terjadi setiap detiknya, hanya bagaimanya kita menyikapi perubahan yang terjadi dengan kebijakasanaan yang ada, entah dari masyarakat, media, bahkan pemerintah.
Daftar Pustaka
Sumadiria. Haris, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita urnalistik Indonesia,
Menulis berita dan feature, panduan Praktis Jurnalis Professional, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2005